Monday, September 22, 2014

Training for Trainer untuk PNM


  • atas-bawah: (1). Salah satu sesi Jamil Azzaini, Inspirator SuksesMulia (2). Peserta PNM meneriakkan yel-yel semangat (3-5). Peserta beraksi presentasi dengan gaya dan karakternya masing-masing (6). Ice Breaking, bentuk saling support di dalam PNM team.

    Selama tiga hari, Akademi Trainer mengadakan training untuk para trainer dan penyelenggara training di Penanaman Nasional Madani (PNM). Ada 20 peserta yang dengan antusias mengikuti training ini hingga pukul 22.00 WIB selama 2 malam 3 hari. Tak ada yang ngantuk karena trainingnya “TOP banget” kata Osman.
    Sementara Andi Hakim mengatakan trainingnya “Excellent” sehingga peserta sangat jarang terlambat memasuki ruangan.
    Mereka enjoy walau harus training dari pagi hingga malam. Dari 20 peserta, kami pilihkan enam tertimoni yang mewakili peserta.
    Trainernya Asyik, ngangenin, friendly, dan timnya ramah. (Suci Andriani)
    Sangat terkesan dengan semua sentuhan dari Akademi Trainer. Semuanya sangat kontributif dan sangat bermanfaat. (Prita Widy)
    Training yang sangat bagus baik untuk trainer maupun cara memanage sebuah training agar tujuan training dapat tersampaikan dengan cara yang menarik serta tidak membosankan. (Sigid Setiawan)
    Training ini sangat mencerahkan dan membuka wawasan kami yang tertutup selama ini. Terima kasih Akademi Trainer. (Andi Irwan)
    Training ini sangat bagus dan memberi pengetahuan dan pemahaman tentang bagaimana menyiapkan content training. (Muhammad Adib)
    Penyajian sangat menarik untuk menjadi inspirasi dan sangat layak diterapkan diperusahaan kami. (Suryo Zuniar)
    Bagi Anda yang ikut TFT atau mengundang Akademi Trainer di Perusahaan Anda, silakan hubungi no HP 0812-1632-0707

Saturday, December 02, 2006

PERANGKAP TIKUS


Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika
mereka membuka barang belanjaan, seekor tikur memperhatikan dengan seksama
sambil menggumam "Hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??"

Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus.
Sang tikus kaget bukan kepalang.Ia segera berlari menuju kandang dan
berteriak "Ada Perangkap Tikus di rumah....di rumah sekarang ada perangkap
tikus...."

Ia mendatangi ayam dan berteriak " ada perangkat tikus". Sang Ayam berkata
"Tuan Tikus..., aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap
diriku".

Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Sang Kambing
pun berkata "Aku turut bersimpati...tapi tidak ada yang bisa aku lakukan".

Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. "Maafkan aku. Tapi
perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali".

Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata "Ahhh...Perangkap
Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku".

Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan
menghadapi bahaya sendiri.

Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap
tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap
tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang terperangkap
membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah. Walaupun sang
Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri tidak sempat
diselamatkan.

Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian istrinya sudah
boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam. Ia lalu
minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. (kita semua tahu, sop ceker
ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam) Suaminya dengan segera
menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya.

Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman
menyarankan untuk makan hati kambing.Ia lalu menyembelih kambingnya untuk
mengambil hatinya. Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya
meninggal dunia.

Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus
menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat.

Dari kejauhan...Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari
kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi .

Salah satu pelajaran dari kisah ini adalah
So...Kalau suatu hari..

Ketika anda mendengar seseorang dalam kesulitan dan mengira itu bukan urusan Anda..

PIKIRKANLAH SEKALI LAGI!!! . Sumber Anonim