Thursday, March 09, 2023

SELAYANG PANDANG

 assalammualaikum warrahmatullohi wabarakatuh

selamat Pagi

salam sejahtera untuk kita semua,


Perkenalkan nama saya Andri Irwan Ali Firmansyah,

saat ini saya berusia 54 tahun dan tinngal  tinggal di Ciater Permai Tangerang Selatan, 

saya alumni Fakultas Ilmu sosial dan politik Universitas Indonesia,

setelah lulus kuliah saya bekerja di beberapa perusahaan BUMN antara lain

Bank Bumi Daya yang sekarang menjadi Bank Mandiri,

Asuransi TUGU MANDIRI punya Pertamina,

PT Permodalan Nasional Madani - BUMN bidang pemberdayaan Ultra Mikro dan UMKM. 

saat ini saya membantu teman mengelola unit bisnis Roti dan warung nasi BOGOH di Ciater Serpong Tangerang Selatan.

saya juga aktif memberikan edukasi kepada UMKM Nasabah PNM Mekaar terutama Memandu membuat Nomor Induk Berusaha atau N.I.B.

saya juga memliki sertifikat Pendamping UMKM dari Badan Nasional Standarisasi Nasional atau B.N.S.P.

serta beberapa sertifikasi dari lembaga resmi termasuk KOMINFO.

saya juga memiliki akun medsos seperti: Youtube, IG, FB, Tiktok, Twitter, Linkind, Kaskus 

saya juga ada akun Seller di Marketplace: Shoope, Toped, Bukalapak, OLX, Blibli, Lazada, PadiUMKM

saya ikut beberapa komunitas UMKM di Tangerang Selatan dan Tangerang Raya.

saya berharap dapat berpartisipasi menjadi fasilitator 

saya sekarang lagi belajar aplikasi Artificial Intelligence atau A.I. atau Kecerdasaan Buatan yang banyak memudahkan pekerjaan manusia.


untuk akses sertifikat saya silakan klik link ini :  

From Employee To Chief Entrepreneur Officer (CEO): DOKUMEN SERTIFIKASI (andriirwan.blogspot.com)

https://www.linkedin.com/in/andriirwan

https://www.facebook.com/andriirwan

https://www.youtube.com/andriirwan

https://twitter.com/andriirwan

https://www.tiktok.com/@andriirwancoach

https://www.instagram.com/andriirwan



Saturday, December 02, 2006

PERANGKAP TIKUS


Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika
mereka membuka barang belanjaan, seekor tikur memperhatikan dengan seksama
sambil menggumam "Hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??"
Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus.
Sang tikus kaget bukan kepalang.Ia segera berlari menuju kandang dan
berteriak "Ada Perangkap Tikus di rumah....di rumah sekarang ada perangkap
tikus...."

Ia mendatangi ayam dan berteriak " ada perangkat tikus". Sang Ayam berkata
"Tuan Tikus..., aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap
diriku".

Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Sang Kambing
pun berkata "Aku turut bersimpati...tapi tidak ada yang bisa aku lakukan".

Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. "Maafkan aku. Tapi
perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali".

Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata "Ahhh...Perangkap
Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku".

Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan
menghadapi bahaya sendiri.

Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap
tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap
tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang terperangkap
membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah. Walaupun sang
Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri tidak sempat
diselamatkan.

Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian istrinya sudah
boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam. Ia lalu
minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. (kita semua tahu, sop ceker
ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam) Suaminya dengan segera
menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya.

Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman
menyarankan untuk makan hati kambing.Ia lalu menyembelih kambingnya untuk
mengambil hatinya. Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya
meninggal dunia.

Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus
menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat.

Dari kejauhan...Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari
kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi .
Salah satu pelajaran dari kisah ini adalah
So...Kalau suatu hari..

Ketika anda mendengar seseorang dalam kesulitan dan mengira itu bukan urusan Anda..
PIKIRKANLAH SEKALI LAGI!!! . Sumber Anonim
Powered By Blogger